Bandar Lampung, MTsN 1 (Humas) – Sejumlah guru MTsN 1 Bandar Lampung mengikuti kegiatan Bedah Capaian Pembelajaran (CP) Mendalam dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan di Aula MTsN 2 Bandar Lampung pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi capaian pembelajaran yang selaras dengan konsep Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
Adapun guru MTsN 1 Bandar Lampung yang diutus mengikuti kegiatan tersebut yakni Susi Anita, Desi Herawati, Pusporini, Rafika Sari, Pepiana, Yunia Mertisanfara, Bagus Riyanto, Ahfa Faidhoni, dan Ahmad Altav. Kehadiran para guru ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan bedah capaian pembelajaran menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Rokhman selaku Ketua Pokjawas Lampung Tengah dan Darmadi dari Pokjawas Provinsi Lampung. Keduanya menyampaikan materi mengenai penyusunan serta analisis capaian pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga peserta memperoleh gambaran yang komprehensif dalam merancang proses pembelajaran di madrasah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Selain mendapatkan pemaparan materi, peserta juga terlibat dalam diskusi, berbagi pengalaman, dan mengkaji berbagai contoh implementasi capaian pembelajaran pada berbagai mata pelajaran. Suasana yang interaktif memberikan kesempatan kepada para guru untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyelaraskan praktik pembelajaran dengan arah kebijakan pendidikan madrasah.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan guru-guru MTsN 1 Bandar Lampung dapat mengimplementasikan hasil bedah capaian pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta dapat diwujudkan secara nyata melalui pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu, cinta lingkungan, cinta sesama, serta cinta tanah air pada diri peserta didik. (Rini)